Categories
Gaming

Sejarah Game Online Paling Populer Di HP Yang Harus Anda Ketahui | Mobile Legend, Pubg Mobile dan Free Fire

Stephencresswell – Sebenarnya darimanakah sih negara pembikin beberapa games terkenal seperti Mobile Legend, Free Fire, dan PUBG Mobile? Pertanyaan ini peluang jadi mistik untuk banyak gamer.

Asal-usul dari game yang biasa kita mempermainkan tiap hari memang buat ingin ketahui. Siapa sebenarnya yang membuat beberapa games luar biasa dengan teknologi yang luar biasa ini.

Ternyata tiga game mobile terpopuler itu punya kisah yang lain. Berikut pembahasan asal negara Mobile Legends, PUBG Mobile, dan Free Fire

Negara Pembikin Mobile Legends

Mobile Legends jadi satu diantaranya game yang paling banyak dimainkan oleh gamer Indonesia. Permainan strategi ini luar biasa dan buat candu.

Apalagi permainan ini paling menyenangkan saat dimainkan bersama kawan-kawan. Kerja-sama betul-betul dibutuhkan dalam Mobile Legends agar bisa menang.

Mobile Legends datangkan banyak karakter hero bagus yang memiliki keunggulan dan kekhasan masing-masing.

Pembikin game Mobile Legends adalah Moonton yang dari Shanghai, China. Moonton adalah nama tengah dari perusahaan Shanghai Moonton Technology Co., Ltd.

Tidak sendiri, Shanghai Moonton Technology Co., Ltd tingkatkan Mobile Legends bersama dengan Shanghai Mulong Network and Technology Co.Ltd.

Mobile Legends pertamanya kali rilis di server Indonesia pada tahun 2016, tepatnya tanggal 11 Juli. Mobile Legends pernah memenangkan Most Favorite Game of the Year pada acara Indonesia Gaming Awards 2019 tempo hari.

Persaingan profesional Mobile Legends kerap jadi hal yang dinantikan sebagian orang. Terutamanya persaingan tingkat dunia yang menghadapkan tim-tim esports dari seluruh dunia.

Sejarah Permainan Online Paling Populer Di HP Yang Harus Anda Ketahui | Mobile Legend, Pubg Mobile dan Free Fire

Negara Pembikin PUBG Mobile

Sama dengan Free Fire, PUBG Mobile adalah game semacam Battle Royale. Game Battle Royale memang jadi satu diantaranya type yang populer disukai gamer di seluruh dunia.

Sebelum PUBG versi Mobile ada, PUBG versi PC dan konsol sudah lebih dulu populer. PUBG versi PC dibikin oleh Brendan Greene dan dikembangkan oleh PUBG Corporation. Game ini dirilis pada 23 Maret 2017.

Brendan Greene sebagai seorang pria kelahiran Irlandia di tahun 1976. Sementarara itu, PUBG Corporation adalah anak perusahaan dari Bluehole, perusahaan video game asal Korea Selatan.

Setahun setelah PUBG PC lahir, Tencent, perusahaan asal China digandeng oleh PUBG Corporation untuk tingkatkan versi mobile dari game ini. PUBG Mobile seterusnya syah dirilis pada tahun 2018 di Android dan iOS.

Sama dengan beberapa games Battle Royale lainnya, PUBG Mobile paling asyik dimainkan bersama kawan-kawan pada suatu tim.

PUBG Mobile menyogok kesuksesan yang besar. Game ini baru saja capai penghargaan The Most Favorite Game Of The Year Indonesia Gaming Award 2020 pada Desember tempo hari.

Persaingan PUBG Mobile tingkat regional atau internasional jadi kejadian yang ditunggu-tunggu beberapa pegiat game dari seluruh dunia.

Sejarah Game Online Paling Populer Di Handphone Yang Harus Anda Ketahui | Mobile Legend, Pubg Mobile dan Free Fire

Negara Pembikin Free Fire

Siapa sih yang tidak mengenali game mobile Free Fire. Game ini jadi game dengan keseluruhnya unduhan paling banyak di dunia tahun 2019.

Kepopulerannya membuat Free Fire memiliki pendapatan yang fantastis. Walaupun sebetulnya Free Fire terhitung baru sejak pertamanya kali dirilis versi BETA-nya di tahun 2017.

Baca Juga : Berikut Daftar Games Android Paling Populer Yang Akan Rillis Tahun Ini

Free Fire dibikin oleh 111dots Studio yang dari Vietnam. Free Fire seterusnya dikembangkan dan dipublikasikan oleh Garena, perusahaan asal Singapura.

Garena bersama Shopee sebagai segi dari unicorn teknologi asal Singapura, yaitu Sea. Forrest Li sebagai founder Sea sebagai salah satu orang terkaya di dunia karena game online.

Karena dipublikasikan oleh Garena di Android dan iOS, Free Fire jadi betul-betul terkenal. Free Fire sukses jadi satu diantaranya game Battle Royale paling populer di Indonesia.

Kelebihan Free Fire yang membuat sukses dan populer salah satunya grafiknya yang sederhana, gameplay yang luar biasa, dan sering up-date beberapa feature menarik.

Untuk persoalan grafik, Free Fire mengeluarkan versi terbaru dalam program terpisah yaitu Free Fire Max dengan performa HD.

Itu ia negara pembikin Mobile Legend, PUBG, Free Fire dan kisah dengan singkat. Sudah tahu kan saat ini.

Categories
Gaming

Berikut Daftar Games Android Paling Populer Yang Akan Rillis Tahun Ini

Stephencresswell – Berikut daftar game Android terbaru yang akan rilis tahun 2021. Ada beberapa game Android yang patut dinantikan tahun 2021 ini, berikut daftarnya, lengkap dengan. Hampir setiap saat ada saja game Android terbaru yang rilis. Kabar baiknya, sepanjang satu tahun 2021 ini ada beberapa game Android terbaru yang beberapa belum rilis.

Bila Anda sering bertandang Google Play Toko, pasti menjumpai beberapa game Android yang akan rilis. Beberapa game itu ada di bagian pre register atau pradaftar.

stephencresswell.com merangkum beberapa game Android terbaru tahun 2021 yang akan rilis lengkap dengan di Play Toko. Baca daftar secara lengkap di bawah ini.

Berbicara berkenaan game Android terbaru 2021, ada beberapa judul yang tidak boleh Anda terlewatkan begitu saja. Mulai Apex Legends Mobile yang baru baru ini dipublikasi sampai Punishing: Gray Ravent, game action RPG dengan grafik yang menarik.

Baca Juga : 8 Games Baru Akan launching September 2021, Banyak RPG-nya!

Selain itu, beberapa game yang telah dipublikasi awalannya tahun 2021 telah berada di Play Toko untuk kerjakan pre-registrasi. Sebutkan saja, PUBG: New State, game PUBG yang bertajuk kekinian dan datangkan visual yang menarik.

Ada beberapa kembali, berikut daftar game Android terbaru tahun 2021:

  • My Time at Portia
  • Northgard
  • Starlit Kart Racing
  • DRAGON QUEST The Adventure of Dai: Heroe’s Bonds
  • Diablo Immortal
  • Trials of Mana
  • MARVEL Future Revolution
  • PUBG: New State
  • Dark Fantasy
  • Kingdom: The Blood Pledge
  • NBA NOW 21
  • Apex Legends Mobile

Dari deretan game Android terbaru 2021 itu, yang mana paling Anda tunggu penyeluncurannya? Untuk beberapa pecinta superhero Marvel Future Revolution patut Anda tunggu penyeluncurannya nanti. Game itu datangkan deretan superhero Marvel dengan dunia yang open world.

Ada beberapa game Android terbaru yang akan rilis, Anda bisa klik link di atas untuk kerjakan pre register. Setelah mendaftar, Anda akan mendapat pernyataan langsung di Google Play Toko saat game itu rilis.

Categories
Gaming

8 Games Baru Akan launching September 2021, Banyak RPG-nya!

Telah masuk bulan ke sembilan, nih. Beberapa game baru telah siap-siap buat dimainkan. Di September ini, umumnya games baru yang launching sebagai games RPG action. Beberapa benar ada yang mini-game arcade, tapi yang lebih janjikan masih tetap games RPG-nya.

Bila kamu pecinta games RPG, karena itu bulan ini bisa menjadi bulan yang membahagiakan buatmu.

1. Tales of Arise – 9 September (PS5, PS4, XBO, XBX, PC)

Seri Tales kembali bersambung. Seperti beberapa game awalnya, Tales of Arise tetap bawa segi action RPG, membuat kamu tidak cuman ikuti sebuah jalan cerita tapi juga aktif menaklukkan lawan. Peralihan mekanisme yang terjadi di judul baru ini ialah tidak ada mekanisme multiplayer yang membuat kamu dapat bermain bersama teman.

2. WarioWare: Get It Together! – 10 September (Switch)

Amazon.com: WarioWare: Get It Together! Standard - Switch [Digital Code] :  Electronics

Untuk mereka yang cari sekedar hanya selingan, WarioWare ialah jawaban penelusuranmu. Seperti games WarioWare awalnya, akan ada beberapa mini-game yang terhidang pada judul ini dan semua lucu-lucu. Kamu dapat berlomba-lomba dengan temanmu untuk menunjukkan siapakah yang lebih jago mainkan Nintendo Switch dari games ini.

3. Aragami 2 – 17 September (PS5, PS4, XBO, XBX, PC)

DewaGG | Aragami 2 dijadwalkan rilis bulan September tahun ini - DewaGG

Beberapa gamer punyai hasrat lebih suka bermain dengan games yang memeras otak daripada gerakkan jemari. Aragami 2 jamin hal itu. Sebagai games action-adventure stealth, pekerjaanmu bukan langsung bertanding dengan musuh bertemu, tetapi harus membunuh mereka secara tidak tersangka dan tanpa dijumpai.

4. Deathloop – 14 September (PS5, PC)

Deathloop, Game Baru dari Dev. Dishonored, Ditunda ke 2021 - Gamebrott.com

Games ini memperoleh promo besar di beberapa acara berprestise sekitar games. Deathloop sendiri punyai visi yang menuntutmu harus membunuh satu sasaran dalam batasan waktu tertentu. Tidak berhasil menuntaskan visi, kamu akan balik mengulangnya. Pada intinya, Deathloop menuntutmu untuk selalu belajar dari kekeliruan dan pikirkan taktik apa yang terbaik untuk yang akan datang.

5. Kena: Bridge of Spirits – 21 September (PS5, PS4, PC)

Kena: Bridge of Spirits ditunda hingga 2021 - Gameindo

Salah satunya games paling diperhitungkan untuk konsol PS. Penglihatan pertama langsung tertuju ke grafis dari Terkena yang tajam dan cantik dan diberi bumbu warna yang ceria. Seolah dikerjakan oleh studio animasi Pixar, mainkan Terkena: Bridge of Spirits seperti melihat film animasi. Games ini akan pas untuk mereka yang memprioritaskan segi narasi.

6. Diablo II: Resurrected – 23 September (PS5, PS4, XBX, XBO, Switch, PC)

Game Diablo 2 Akan Dirilis Ulang Tahun Ini untuk PC, PS5, hingga Switch

Beberapa dasawarsa lama waktunya games legendaris ini tidak pernah disentuh, tapi tidak pernah dilalaikan. Sesudah banyak sekali keinginan, pada akhirnya Blizzard lakukan remake pada pion games RPG hack n slash ala-ala dungeon ini. Grafisnya dipertingkat dan bakal ada feature cross-progression untuk konsol berlainan. Itu maknanya games yang kamu permainkan di computer dapat diteruskan di PS.

Baca Juga : 5 Panduan Bermain Solo Rank Agar Dapat Team yang Kompak, Tidak Ada Troll

7. Hot Wheels Unleashed – 27 September (PS5, PS4, XBX, XBO, Switch, PC)

Pre-purchase HOT WHEELS UNLEASHED™ on Steam

Bila bicara Hot Wheels, karena itu jelas sudah deskripsi gamenya akan seperti apakah: balapan mobil. Di Hot Wheels Unleashed, kamu dapat mainkan bermacam mobil mainan yang telah disiapkan Hot Wheels sampai selama ini. Medan perlombaannya juga triky, membuat kamu bisa lakukan beberapa trick yang kiranya dapat menggunting lajur dan memenangi balapan.

8. Astria Ascending – 30 September (PS5, PS4, XBX, XBO, Switch, PC)

Astria-Ascending-Home -

Satu kembali games JRPG di daftar ini. Astria Ascending dibikin dengan terlibat beberapa nama populer di dunia JRPG. Sebagai contoh Hitoshi Sakimoto yang mengolah lagu di Final Fantasy XII dan Kazushige Nojima yang tergabung dalam project Final Fantasy X dan Final Fantasy VII Remake. Menyaksikan pengembangnya semacam ini, semestinya Astria Ascending tidak menyebalkan.

Karena banyak RPG-nya, waktu mainmu pasti juga akan panjang . Maka, dianjurkan kamu pilih satu dari games ini untuk ditamatkan lebih dulu saat sebelum mainkan games baru. Telah apa ada yang kamu bidik?

 

Categories
Gaming

5 Panduan Bermain Solo Rank Agar Dapat Team yang Kompak, Tidak Ada Troll

Stephencresswell – Mobile Legend memberinya empat opsi untuk beberapa pemain yang akan lakukan push rank, mereka dapat melakukan dengan solo, duet, trio atau full tim. Khusus buat sistem solo, ini ialah langkah yang paling dijauhi oleh player Mobile Legends saat ingin push rank. Bukan tanpa argumen, bermain solo rank itu benar-benar rawan alami kekalahan, di-troll dan sakit di kepala.

Untuk kamu nih yang menyukai main solo rank, berikut ada lima panduan yang dapat kamu turuti supaya memperoleh team yang baik. Yok check apa.

1. Request dan permainkan hero favoritmu

Pertama dengan request hero favorite, dengan demikian karena itu rekan team satu team akan memandang jika kamu ingin bermain serius. Langkah ini betul-betul efisien meyakinkan rekan satu team, apa lagi bila hero favoritmu mempunyai winrate yang tinggi. Tidak hanya request saja ya, kamu harus juga mainkan hero itu supaya team tidak sedih. Ditanggung dech, team langsung akan yakin dan tidak akan ngeroll.

2. Tidak boleh ban hero favorite team

Hero Mobile Legends yang Sering Dibanned

Saat lakukan draft pick, maka kelihatan hero favorite team yang sejumlah tiga di bawah nick name. Nah, seharusnya kamu tidak mengeban hero itu jika tidak ingin team ngomel-ngomel dan ngeroll. Ini diperlukan kecermatan, pastikanlah kamu telah menyaksikan hero apa yang ingin dipakai oleh team saat sebelum lakukan ban. Oh iya, kamu bisa juga bertanya opini team, minta fasilitas ke mereka untuk mengeban hero apa. Tidak boleh sembarangan ya !

Baca Juga : [REVIEW] Werewolf: The Apocalypse – Earthblood—Jauh dari Harapan

3. Tidak boleh egois, turuti role yang perlu diisi

Jual kaos mobile legends class role di Lapak rawcat store | Bukalapak

Kamu harus menghindar karakter egois ketika bermain solo rank, psikis team betul-betul down jika kamu asal pick hero tanpa memerhatikan formasi hero. Ini berlaku untuk kamu yang kebagian slots empat dan lima saat di draft pick, lihatlah dahulu role apa yang diperlukan oleh team saat sebelum lakukan pick hero. Umumnya di season 21 ini beberapa pemain memakai formasi hero sebagai berikut; satu hero Assassin, satu hero Fighter, satu hero Marksman, satu hero Mage dan satu hero Tank/Dukungan.

4. Tidak boleh menghina atau ngebacotin team

8 Tipe Player Mobile Legend yang Bikin Emosi | KASKUS

Panduan yang ke-4 dengan tidak menghina atau ngebacotin rekan satu team, ini akan jadi memperburuk kondisi dan membuat psikis team jadi down. Jika ada rekan satu team yang bermain egois dan menyengaja lakukan troll, seharusnya kamu cuekin saja, tidak boleh disikapi apa lagi dibawa by one. Konsentrasi dengan hero yang kamu permainkan, remuk turret musuh dan masih tetap bermain obyektif.

Jika player itu betul-betul mengusik, kamu bisa juga memblok chat dari player itu. Triknya dengan memencet tombol menit yang lalu pencet kembali simbol pesan dari sisi nick name.

5. Bermain bagus dan tidak feeder

5 Hero yang Sering Dianggap Feeder Beserta 4 Ciri Gamer Feeder di Mobile  Legends | Jalantikus

Panduan paling akhir dengan bermain bagus dan tidak feeder. Team yang awalannya bermain bagus menjadi kacau-balau jika kamu bermain feeder, psikis mereka bisa juga dawn dan mempunyai potensi besar alami kekalahan. Oleh karenanya pastikanlah kamu bermain bagus, pakai hero yang betul-betul telah kamu kuasai dan selalu lihat map saat sedang farming.

 

Nah, itu lima panduan bermain solo rank agar team yang baik. Dengan mengaplikasikan ke-5 hal di atas karena itu psikis team akan makin kuat dan permainan jadi solid. Coba dech!

 

 

Categories
Uncategorized

[REVIEW] Werewolf: The Apocalypse – Earthblood—Jauh dari Harapan

Secara eksklusif, game bertopik manusia serigala memang jarang-jarang dibikin. Seandainyapun ada, umumnya figur werewolf itu cuman jadi pendamping atau watak figuran dalam role-playing game (RPG). Nach, Cyanide pernah membuat dan meningkatkan sebuah game khusus mengenai manusia serigala dengan judul Werewolf: The Apocalypse – Earthblood pada 4 Februari 2021.

Bagaimana penilaian game ini pada umumnya? Sebagai fans beberapa cerita fiksi jenis vampir dan manusia serigala, penulis punyai sedikit pembahasan mengenai game ini. Jika kamu ingin tahu dengan penjelasannya, baca artikel di bawah, ya.

1. Plot cerita yang campur baur

Pada umumnya, plot cerita yang ingin didatangkan oleh Cyanide sebenarnya cukup bagus dan inovatif. Sayang, ada beberapa bagian khusus dalam narasi yang malah berkesan dipaksa sampai membuat plot yang campur baur. Di tengah-tengah banyak game dengan judul besar, Werewolf: The Apocalypse – Earthblood malah dirasakan kelewatan dalam menyusun narasi sampai berpengaruh cukup fatal.

Kamu akan memainkan protagonis khusus namanya Cahal, seorang hibrida manusia serigala asal Irlandia yang bekerja selamatkan kesetimbangan Bumi atau Gaia. Cahal akan menantang sebuah perusahaan atau organisasi pertambangan yang diduga tengah mengusik kesetimbangan Gaia. Nach, Cahal sendiri sebagai anggota suku Fianna yang merupakan suku legendaris karena leluhur mereka ialah manusia serigala.

Untuk penulis, dunia kekinian yang diperlihatkan dalam game ini berasa kurang demikian cocok bila harus dipertemukan dengan legenda dan dogma dari ide manusia serigala. Apa lagi, aura yang diperlihatkan pun tidak memberikan dukungan keagungan Gaia sebagai semesta yang harus dipertahankan oleh satu kelompok makhluk dogma. Tetapi, bila kamu ingin bertualang dan rasakan bagaimana sulitnya jadi manusia serigala, game yang ini dapat dimainkan.

2. Gameplay unik yang tidak dilakukan secara baik

Secara fundamental, ada tiga tipe model atau model yang dapat kamu permainkan dalam Werewolf: The Apocalypse – Earthblood. Pertama, protagonis khusus dapat mainkan dalam model manusia biasa (homid) untuk melumpuhkan lawan dengan sembunyi-sembunyi. Ke-2 , model serigala (lupus) akan menolongmu untuk mengetahui bahaya dan cari jalan keluar. Lantas, ke-3 , model manusia serigala (crinos) yang beringas untuk style hajar kromo.

Gameplay jenis ini cukup unik dan berlainan bila dibanding dengan beberapa action RPG yang lain. Sayang, penulis tidak mendapati intensif dan kesan yang membekas di hati sesudah coba game instruksi Julien Desourteaux ini. Bukannya berasa terperangah dengan gameplay-nya, kita malah akan berasa jemu dan memandang jika mekanisme permainan jenis ini ketinggal jaman.

Salah satunya hal yang penulis tulis ialah amburadulnya ide stealth yang ada. Tidak boleh berharap membunuh lawan secara sembunyi-sembunyi dapat dilaksanakan dengan menyenangkan seperti dalam game Batman atau Hitman. Cahal sebagai manusia juga tidak secerdas dan segarang yang dipikirkan. Dibanding kita meninggal lebih dulu, lebih bagus sekaligus saja beralih menjadi manusia serigala.

Sayang kembali, memperbaiki diri jadi manusia serigala bukan pilihan yang baik. Pertempuran beringas yang susah untuk dikendalikan ditambah lagi mekanisme camera yang jelek membuat si manusia serigala kerap dibikin berserah secara konyol. Pikirkan saja, kembali enak-enaknya berlaga, tanpa diakui ada banyak lawan yang keluar monitor atau tangkapan camera.

3. Kualitas visual di bawah standard

Oke, dapat disebutkan jika Werewolf: The Apocalypse – Earthblood bukan game AAA seperti banyak game kelas tinggi yang lain. Dia cuman dikelompokkan sebagai game AA yang dibikin dengan bujet tidak berapa. Tetapi, bukti jika game ini di-launching untuk PS5 dan Xbox Seri X sudah membuat penulis dan banyak gamer di dunia keheranan.

Tanpa kurangi rasa hormat pada developer, game ini bahkan juga bergrafis seperti banyak game PS3 atau Xbox 360. Well, ada banyak episode yang kelihatan memikat. Selebihnya, penampilan visual dapat disebut biasa saja dan tidak spesial sama sekalipun. Detil lingkungan tergambar dengan cukup kaku dan kurang pekat dalam soal warna.

Penampilan berdarah-darah usaha untuk dibikin semaksimal kemungkinan oleh developer. Walau tidak seheboh visual sadis ala-ala Mortal Kombat, gempuran Cahal di saat berbentuk manusia serigala diperlihatkan dengan cukup garang dan beringas. Keseluruhannya, Werewolf: The Apocalypse – Earthblood diperlihatkan dengan grafis di bawah standard dan jauh dari kekuatan PS5 atau Xbox Seri X.

Baca Juga : [REVIEW] Yakuza Remastered Collection—Nostalgia di Dunia Mafia Jepang

4. Musik dan suara watak yang garing

Kualitas audio yang didatangkan dalam Werewolf: The Apocalypse – Earthblood dirasakan tidak baik. Untuk penulis, musik dan kualitas suara dari masing-masih watak dirasakan cemplang, kaku, datar, dan garing. Bukannya menakutkan dan menggelegar, peralihan bentuk manusia serigala tidak bisa dilampiaskan dengan bagus dalam soal audionya.

Terlihat jika suara dari watak benar-benar serupa dengan pengisi suara yang membaca text atau dokumen. Sejumlah kata yang berkonotasi kasar dan absurd sering diperdengarkan di tengah-tengah alur cerita yang absurd juga. Awalannya, penulis menduga kemungkinan kualitas piranti audio PC punya penulis yang tidak baik.

Tetapi, sesudah memakai earphone berkualitas juga, audio dalam game ini masih kedengar jauh di bawah standard. Rasanya lengkaplah kekecewaan penulis dalam mainkan game ini. Dengan audio yang kaku dan garing, aura kebrutalan dari si manusia serigala justru terlihat tidak menarik buat dimainkan.

5. Masihlah jauh dari harapan

Apa harapan gamer bila ditempatkan pada game modern untuk PS5, Xbox Seri X, dan PC dengan detail sangar? Tentu saja, grafis, gameplay, plot cerita, dan audio oke jadi target khusus yang harus ditempatkan ke keinginan. Nach, kenyataannya, Werewolf: The Apocalypse – Earthblood tidak dapat meramu komponen-komponen barusan dengan optimal.

Jauh dari itu, bahkan juga game ini dapat disebutkan kurang cukup pantas buat dimainkan di konsol keluaran terkini. Kurang kuatnya plot cerita, grafis ngepas, audio jelek, dan gameplay yang tidak optimal ialah jejeran komponen sebagai kekurangan dari game bikinan developer asal Prancis ini.

Tidak banyak ringkasan yang dapat penulis tumpahkan di sini. Score akhir 2/5 jadi nilai yang cukup adil untuk penulis beri pada game ini kali. So, jika kamu sukai dengan game bertopik manusia serigala dengan grafis dan narasi yang enteng, kemungkinan Werewolf: The Apocalypse Earthblood dapat kamu permainkan untuk isi akhir minggu.